Business

Kerja 1 jam Seminggu sudah dihitung Pekerja

Kerja 1 jam Seminggu sudah dihitung Pekerja
BPS: Kerja Cuma 1 Jam Seminggu Sudah Dihitung sebagai Pekerja, Bukan Pengangguran Tahukah kamu? Dalam penghitungan statistik ketenagakerjaan, seseorang yang bekerja minimal satu jam dalam seminggu sudah bisa masuk kategori penduduk bekerja. Ketentuan ini dijelaskan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, pekerjaan tersebut harus dilakukan untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan. Lantas, bagaimana dengan orang yang terkena PHK lalu beralih menjadi pekerja informal dengan jam kerja jauh lebih sedikit? Menurut BPS, selama memenuhi batas minimal satu jam kerja dalam seminggu, orang tersebut tetap tercatat sebagai pekerja. Namun, statusnya bisa bergeser dari pekerja formal menjadi informal. Perlu dipahami, kategori statistik bekerja tidak selalu berarti seseorang memiliki pekerjaan tetap atau penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup.
Muhamad Lukman Nurhakim
Ditulis oleh
Muhamad Lukman Nurhakim

Muhamad Lukman Nurhakim lahir di Pekalongan, 16 Maret 1998. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan semangat untuk terus belajar. Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN 01 Tegalontar, dilanjutkan di SMPN 1 Siwalan. Ketertarikannya pada dunia kreatif dan teknologi mengantarkannya ke SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang jurusan Multimedia. Di sinilah fondasi kemampuan dalam desain, visual, dan komunikasi digital mulai ia bangun. Untuk memperluas wawasan dan mengasah pola pikir, ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Kombinasi antara kemampuan teknis dari dunia multimedia dan wawasan akademik menjadi bekal utama dalam setiap langkah karirnya. Saat ini, Muhamad Lukman Nurhakim merupakan bagian dari tim utama di balik berdirinya Media Kampasnews.com. Melalui perannya di media, ia berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia percaya bahwa media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik dan mendorong perubahan positif. Dengan semangat belajar, integritas, dan dedikasi, ia terus berupaya berkembang serta memberikan kontribusi terbaik di bidang jurnalistik dan komunikasi.

Bagikan: