Belum Penuhi Kuota Pabrik Susu Nestle, Ada Peluang Potensi Besar Investasi Sapi Perah Di Batang
Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) memaparkan besarnya potensi investasi di sektor peternakan sapi perah.
Saat ini, pasokan susu segar lokal baru mampu memenuhi sekitar 10 persen dari total kuota kebutuhan harian mitra industri pengolahan susu raksasa, PT Nestle Indonesia.
Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Kabupaten Batang, M. Arief Edyanto, menyatakan bahwa target pasokan susu segar ke Nestle mencapai 32 ton per hari. Namun, produksi lokal yang terintegrasi baru menyuplai sekitar 3 ton per hari.
Untuk menutup celah pasokan hingga 30 ton per hari, populasi sapi perah di Kabupaten Batang membutuhkan akselerasi bertahap.
Berdasarkan kalkulasi teknis Dispaperta, diperlukan sekitar 3.000 ekor sapi laktasi (produktif) dengan asumsi rata-rata produksi 10 liter susu per ekor per hari.
"Kalau sekarang 300, (butuh) 3.000 yang laktasi. Dalam populasi biasanya dikalikan dua, jadi populasi yang kita harapkan itu sekitar 6.000 ekor, separuhnya di antaranya laktasi. Nanti akan terproduksi 3.000 kali 10 liter per hari, itu 30 ton," jelas Arief.
Kondisi ini membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang sangat prospektif bagi masyarakat local maupun investor yang ingin membudidayakan sapi perah secara komersial.
Di samping peluang rantai pasok industri skala besar, Arief menambahkan bahwa aktivitas peternakan mandiri di beberapa wilayah Batang sudah berjalan mapan.
Seperti di wilayah Kecamatan Batang dan Warungasem, terdapat populasi sekitar 40 ekor sapi laktasi dengan kapasitas produksi mencapai 400 liter per hari yang dipasarkan secara mandiri ke konsumen langsung.

