Business

Harga Tepung Melonjak 167 %, UMKM Krupuk Terpaksa Pangkas Produksi

Harga Tepung Melonjak 167 %, UMKM Krupuk Terpaksa Pangkas Produksi
HARGA TEPUNG MELONJAK 167 % !! UMKM Kerupuk Terpaksa Pangkas Produksi, Pekerja Harian Jadi Korban Pertama! Pernah nggak sih kalian sebagai pelaku usaha atau pekerja, tiba-tiba sadar bahwa modal bahan baku naik drastis, tapi harga jual nggak bisa dinaikkan karena takut ditinggal pelanggan? Rasanya seperti terjepit di antara dua batu karang. Ini bukan sekadar keluhan biasa, ini adalah realita brutal yang sedang dihadapi UMKM di Sidoarjo dan daerah lainnya. Dalam enam bulan terakhir, harga tepung tapioka melonjak gila-gilaan hingga 167%, dari Rp6.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Kenaikan ini juga diikuti oleh naiknya harga tepung terigu protein tinggi yang semakin membebani. Dampaknya? Produsen kerupuk yang biasanya produksi setiap hari, kini terpaksa memangkas aktivitas menjadi hanya 3–4 hari dalam seminggu. Via: ukmexpertid
Muhamad Lukman Nurhakim
Ditulis oleh
Muhamad Lukman Nurhakim

Muhamad Lukman Nurhakim lahir di Pekalongan, 16 Maret 1998. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan semangat untuk terus belajar. Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN 01 Tegalontar, dilanjutkan di SMPN 1 Siwalan. Ketertarikannya pada dunia kreatif dan teknologi mengantarkannya ke SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang jurusan Multimedia. Di sinilah fondasi kemampuan dalam desain, visual, dan komunikasi digital mulai ia bangun. Untuk memperluas wawasan dan mengasah pola pikir, ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Kombinasi antara kemampuan teknis dari dunia multimedia dan wawasan akademik menjadi bekal utama dalam setiap langkah karirnya. Saat ini, Muhamad Lukman Nurhakim merupakan bagian dari tim utama di balik berdirinya Media Kampasnews.com. Melalui perannya di media, ia berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia percaya bahwa media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik dan mendorong perubahan positif. Dengan semangat belajar, integritas, dan dedikasi, ia terus berupaya berkembang serta memberikan kontribusi terbaik di bidang jurnalistik dan komunikasi.

Bagikan: