Politics

Hashim Tepis Narasi Utang RI Membengkak

Hashim Tepis Narasi Utang RI Membengkak
Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin, Hashim Djojohadikusumo, menepis keras anggapan bahwa Indonesia berada dalam kondisi krisis akibat beban utang yang berat. Dalam Rapimnas Kadin pada Kamis (29/10/2026), Hashim menilai kekhawatiran publik yang berlebihan di media sosial dipicu oleh banyaknya informasi salah dan tidak sesuai fakta yang beredar luas. Mengutip data resmi IMF dan Bank Dunia, Hashim membeberkan bahwa rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada di kisaran 40 persen. Angka ini dinilai jauh lebih sehat dan rendah dibandingkan negara-negara tetangga maupun negara maju, seperti Malaysia (61 persen), Vietnam (57 persen), Thailand (54 persen), Amerika Serikat (120 persen), hingga Jepang (250 persen). Berdasarkan perbandingan indikator global tersebut, Hashim menegaskan posisi keuangan serta utang negara Indonesia masih dalam batas aman dan relatif rendah.
Muhamad Lukman Nurhakim
Ditulis oleh
Muhamad Lukman Nurhakim

Muhamad Lukman Nurhakim lahir di Pekalongan, 16 Maret 1998. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang tekun, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan semangat untuk terus belajar. Perjalanan pendidikannya dimulai di SDN 01 Tegalontar, dilanjutkan di SMPN 1 Siwalan. Ketertarikannya pada dunia kreatif dan teknologi mengantarkannya ke SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Magelang jurusan Multimedia. Di sinilah fondasi kemampuan dalam desain, visual, dan komunikasi digital mulai ia bangun. Untuk memperluas wawasan dan mengasah pola pikir, ia kemudian menempuh pendidikan S1 di Institut Agama Islam Negeri Pekalongan. Kombinasi antara kemampuan teknis dari dunia multimedia dan wawasan akademik menjadi bekal utama dalam setiap langkah karirnya. Saat ini, Muhamad Lukman Nurhakim merupakan bagian dari tim utama di balik berdirinya Media Kampasnews.com. Melalui perannya di media, ia berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia percaya bahwa media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik dan mendorong perubahan positif. Dengan semangat belajar, integritas, dan dedikasi, ia terus berupaya berkembang serta memberikan kontribusi terbaik di bidang jurnalistik dan komunikasi.

Bagikan: