Korban Imam mahdi Rugi 1,3 Milyar
Dijanjikan umur panjang, ditawari "tiket surga", hingga diminta mengeluarkan uang berkali-kali. Seorang pria berinisial F di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penipuan berkedok agama dengan mengaku sebagai Imam Mahdi.
Salah satu korban, Halimi, mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1,3 miliar selama enam tahun mengikuti ajaran tersebut.
Halimi menceritakan, awalnya ia berguru kepada kakak F berinisial GY. Namun, setelah GY meninggal dunia pada 2019, ajaran tersebut disebut berubah. Empat puluh hari setelah kematian GY, Halimi dan sejumlah orang lainnya dipanggil ke rumah F dan diperkenalkan kepada ayah F, AS, yang disebut sebagai "Ratu Adil", sementara F dipanggil "Imam Mahdi".
Dalam setiap pertemuan, para pengikut disebut dilarang membawa ponsel dan diwajibkan mengenakan pakaian putih.
Halimi mengaku diminta mengeluarkan uang dengan berbagai alasan, mulai dari Rp 5 juta untuk mengatasi gangguan makhluk gaib yang disebut menyebabkan istrinya tak kunjung hamil, pembayaran berkala melalui sistem top up agar berumur panjang, hingga membeli "tiket ke surga".
"Di situ, pelaku bilang kalau mau umurnya panjang maka harus membayar uang atau top up sebanyak Rp 3 juta dan itu kami bayarkan sebanyak 10 kali dan 15 kali," ungkap Halimi.
Keraguan mulai muncul setelah AS meninggal dunia pada 2025. Halimi kemudian menghitung pengeluarannya selama enam tahun dan mengaku mengalami kerugian hingga Rp 1,3 miliar. Upaya meminta uang kembali secara kekeluargaan disebut tidak membuahkan hasil.
Halimi akhirnya melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Bangkalan.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menyatakan laporan tersebut masih akan didalami.
"Nanti akan kami cek, karena infonya baru melapor hari ini," kata Agung saat dikonfirmasi pada Rabu (21/10/2026). (kompascom)

